Detail Cantuman Kembali
fenomena upwelling selama periode indian ocean dipole (IOD) di perairan selatan jawa
Angin dapat mempengaruhi perubahan arus untuk mendeteksi dan menganalisis munculnya fenomena upwelling. Wilayah upwelling di tandai dengan kandungan nutrien yang tinggi, parameter Suhu permukaan yang rendah, Salinitas yang tinggi dan Klorofil-a yang tinggi. Pada periode IOD – nilai Klorofil-a minimum dan maksimum berkisar antara 0,09 – 71,87 mg/m3, sedangkan nilai Suhu permukaan minimum dan maksimum berkisar antara 18,99 – 31,67 °C dan sedangkan untuk nilai Salinitas minimum dan maksimum berkisar antara 28,64 – 35,12 psu. Pada saat IOD + nilai Klorofil-a minimum dan maksimum berkisar 0,06-72,04 mg/m3, sedangkan nilai Suhu permukaan laut minimum dan maksimum berkisar antara 23,85 – 33,14 °C dan sedangkan untuk nilai salinitas minimum dan maksimum berkisar antara 27,57 – 34,64. Adanya penurunan suhu permukaan di Samudra Hindia mempengaruhi suhu permukaan laut di wilayah Indonesia menjadi lebih dingin pada saat IOD + hal ini diduga menjadi salah satu sebab mengapa upwelling pada saat IOD – dan normal lebih kuat intensitas nya dari pada IOD +.
Muhammad Ridwan Nafi M. A. - Personal Name
Dr. Viv Djanat Prasita, M.App.Sc. - Personal Name
Supriyatno Widagdo, S.T, M.Si. - Personal Name
Dr. Viv Djanat Prasita, M.App.Sc. - Personal Name
Supriyatno Widagdo, S.T, M.Si. - Personal Name
624.21.17 Muh f
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2021
Surabaya
xi, 67 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







